Kategori

PEMPEK tetap jadi penganan favorit hari raya Idul Fitri tahun ini. Tidak hanya warga di Kota Palembang, wong kito yang di perantauan pun tak lupa pada pempek. Bayangkan, sepekan terakhir, pengiriman paket pempek melalui kargo Bandara Sultan Machmud Badharudin II Palembang mencapai 500 Kg (0,5 ton) per hari.



Itu berarti sudah lebih dari 3,5 ton pempek yang dikirim ke Jakarta dan Batam. Paket pempek itu dikirim oleh keluarga yang tinggal di Palembang. Entah berapa banyak orang yang menikmati pempek itu.

Jika dihitung, satu paket ukuran satu kg isinya berkisar 80-100 butir pempek semacam lenjer, adaan, telur, dan kulit. Berarti dalam satu hari dikirimkan lebih dari 50 ribu butir pempek. Atau dalam seminggu terakhir sekitar 350 ribu pempek keluar dari Palembang.

Jumlah tersebut belum termasuk paket pempek yang ditempatkan penumpang di bagasi pesawat atau bungkusan kecil yang ditenteng. Atau paket pempek yang dikirim via angkutan darat. Kira-kira berapa banyak warga yang menikmati pempek-pempek itu?

"Pempek cukup mendominasi pengiriman barang akhir-akhir ini. Sehari sekitar 500 Kg. Kemungkinan jumlahnya terus meningkat mendekati lebaran nanti," kata Fahrizal, petugas kargo bandara, Minggu (21/9).

Pempek Pak Raden, salah satu produk pempek yang telah memiliki nama besar selain Pempek Nony, Candy, Viko, Doraemon dan lainnya, mengalami peningkatan penjualan lebih dari 50 persen selama Ramadhan.

Menurut Adawiyah, kasir Pempek Pak Raden depan Polda Sumsel, kebanyakan warga Palembang yang mengirimi sanak famili atau kenalan di Jakarta. Ada juga warga Jakarta yang membawa pulang oleh-oleh setelah liburan di Palembang.

"Justru yang makan di sini berkurang jumlahnya. Ini terjadi setiap mau lebaran,? katanya.

Pak Raden menyediakan paket pempek campur besar kecil Rp 250 ribu yang isinya 6 lenjer besar, 7 pempek telor besar, dan 35 pempek kecil campur. Ada juga pempek kecil campur Rp 25 ribu, terdiri dari 42 pempek telor kecil, 43 adaan, dan 43 lenjer kecil.

Guna memenuhi minat warga, Pak Raden menyiapkan paket vakum. Ini lebih praktis karena tidak dibalur dengan tapung dan tidak perlu dicuci dan direbus lagi. Pempek bisa langsung dinikmati atau digoreng terlebih dahulu.

Untuk pengiriman, paket ini tahan dua hari perjalanan dan akan lebih tahan lama, sekitar sebulan, kalau dimasukkan dalam kulkas. Paket vakum ini juga tersedia di Pak Raden Jl Radial dan Jl Letkol Iskandar depan PIM. Harganya Rp 60 ribu isi 30 biji, isi 50 biji Rp 100 ribu, dan lenjer isi lima juga Rp 100 ribu.

Bagaimana di Palembang? Warga juga sudah mulai menyediakan pempek untuk lebaran. Tahun ini lebih banyak warga yang memilih cara praktis dengan membeli ketimbang membuat sendiri. Itu karena harga bahan baku ikan gabus melonjak tinggi. Untuk pipinya (kepala ikan gabus) saja Rp 45 ribu sekilo.

Lebaran tanpa pempek bak makan tanpa garam. Begitulah kira-kira kecintaan masyarakat Palembang pada pempek. Hampir dipastikan setiap keluarga menyiapkan makanan khas wong kito ini sebagai menu utama selain tentu ketupat dan kue-kue.

"Rasanya gimana gitu kalau tak ada pempek. Namanya juga wong Plembang, mbak. Tamu juga kalau datang pasti nanya, ada pempek nggak. Gak enaklah kalau tidak bikin pempek," kata Aris Adiwijaya, warga Kompleks PHDM 12 No 8 Palembang.

Ketua Paguyuban Jajanan Pasar Palembang ini mengaku, istrinya selalu menghidangkan pempek baik untuk keluarga maupun tamu yang datang saat bersilaturahim ke kediamannya saat lebaran.

"Paling sedikit 3 kg ikan gabus kita siapkan untuk membuat pempek," kata Aris.
Pemilik usaha Pangestu yang banyak berhubungan dengan pedagang jajanan pasar dan pelanggan, mengaku hampir setiap orang yang ditemuinya memang menyediakan pempek saat lebaran.

"Pempek dan lapis legit. Kayaknya memang wajib ada," ujarnya.

Tak jauh beda dengan Titik, ibu rumah tangga warga sekitar Patal Pusri. Pempek juga menjadi menu yang harus ada saat lebaran. Tapi, Lebaran kali ini, ibu muda ini mengaku cemas, takut tidak bisa membuat pempek.

"Stok ikannya susah sekali dicari. Saya sudah cari ke pasar Lemabang, tapi kosong," katanya.

Menurut dia, setiap lebaran dia pasti membuat pempek dengan menghabiskan 4-5 kg ikan gabus. Tapi tahun ini, H-10 dia belum bisa menyetok ikan gabus.

Sumber : Sriwijaya Post

Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 13 Februari 2010 03:49)